ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

5 Hal Negatif yang Mengintai Jika Kebanyakan Main Media Sosial

16 Jun 2017

Apa yang biasa kita lakukan sebelum tidur? Apa yang biasanya langsung kita cari sesaat setelah bangun tidur? Jawabannya pasti sudah hafal di luar kepala, yaitu cari smartphone dan buka media sosial. Keberadaan media sosial justru membajak sebagian interaksi sosial kita dengan lingkungan sekitar. Meskipun tidak bisa dipungkiri, media sosial pun memiliki banyak manfaatnya, seperti untuk mendapatkan informasi secepat kilat, maupun turut mengabarkan kebaikan dan menolong orang yang membutuhkan dengan kekuatan like, share dan comment.

Namun siapa sangka jika media sosial ternyata memiliki kekurangan juga. Terutama bagi mereka yang sudah terlanjur kecanduan media sosial dan lupa dengan dunia nyata. Kekurangan tersebut bahkan bisa menjadi bahaya tersendiri bagi kita. Kira-kira apa saja? Yuk langsung simak, Kurmate!

Mengurangi waktu berkualitas

Kurmate, pernah mendengar jika teknologi mampu menjauhkan yang dekat? Ternyata hal sebaliknya pun berlaku berkat teknologi, atau dalam hal ini adalah media sosial. Kamu memang dapat berkomunikasi lancar dengan orang-orang yang jauh, tapi di sisi lain, kamu justru sibuk dengan smartphone kamu sendiri. Contohnya bisa terjadi ketika kamu punya kesempatan berkumpul bersama keluarga. Orangtuamu mungkin ingin sekali mendengar ceritamu di perantauan, entah itu urusan sekolah, urusan kantor atau cerita personalmu. Tapi ketika di meja makan, kamu justru sibuk membalas komentar di Instagram-mu. Quality time yang sering kamu gadang-gadang di media sosial nyatanya jauh sekali dari berkualitas.

Mengurangi produktivitas

Kurmate mungkin pernah merasakan hal ini, jika lagi mengerjakan sesuatu, baik itu tugas sekolah, kuliah atau urusan pekerjaan, namun seketika itu terganggu karena kamu selingi dengan bermain media sosial. Mungkin kamu bermain media sosial untuk beristirahat sejenak dan mengobati rasa jenuh, tapi seringkali tanpa terasa kamu justru terbuai waktu. Waktu produktifmu kemudian hilang, dan harus membangun kembali mood untuk segera mengerjakan tugas. Kemudian yang kerap jadi masalah adalah jumlah media sosialmu yang lebih dari satu. Wah bisa menghabiskan waktu produktifmu lebih lama lagi.

Hal yang mungkin seharusnya bisa selesai dalam waktu dua jam, karena distraksi media sosial akhirnya kamu selesaikan dalam tiga jam. Lalu ini menjadi efek domino terhadap aktivitasmu yang lain. Akhirnya produktivitasmu pun terganggu.

Tak sadar kehilangan privasi

Fokus dari fungsi media sosial ada kata ‘berbagi’. Lewat media sosial, kita dapat berbagi beragam hal dengan orang-orang yang ada di dalam lingkaran sosialmu. Pada beberapa media sosial, orang-orang yang berada di luar lingkaran sosialmu juga dapat mengetahui apa yang kamu posting. Celakanya, kamu kerap kebablasan dan lupa bahwa ada banyak hal yang sepatutnya tidak kamu kabarkan kepada orang asing di media sosial.

Ini dapat menjadi bahaya tersendiri dalam hal privasimu. Potensi bahaya paling sederhana yang akan kamu alami adalah teman-teman yang membentuk citra diri kamu melalui apa yang kamu sebarkan di media sosial, padahal belum tentu benar. Bahaya lainnya adalah ketidaktahuan kita terkait tujuan dan maksud dari orang asing saat mengikuti kita di sosial media. Bahkan banyak kisah tentang penculikan anak yang terjadi karena sang ibu kerap terlalu vokal dalam bermedia sosial, sehingga memudahkan penculik untuk memata-matai aktivitas keluarga tersebut. Serem juga, kan?

Merusak mata

Kesehatan mata tidak luput juga dari perhatian ketika kamu terlalu berlama-lama main media sosial. Mata dapat mengalami eye-strain atau mata kering. Seyogyanya, mata merasa nyaman jika disuguhi kondisi jarak pandang dan cahaya yang variatif. Sedangkan kita tahu sendiri bila layar LCD dari setiap gadget, hampir semuanya diterangi oleh cahaya lampu yang tajam ketika kamu menyalakan atau mengoperasikannya. “Sederhananya, anggap saja kamu melihat bola lampu selama berjam-jam,” tutur Dr. Jeffrey Anshel, O.D., pengarang buku Visual Ergonomics in the Workplace.

Dampaknya bisa lebih parah jika kamu sering menggunakan smartphone untuk bermain media sosial di kondisi ruangan yang gelap gulita. Fokus matamu bisa menjadi tidak normal dan lama kelamaan akan menyebabkannya kerusakan pada.

Merusak postur tubuh

Generasi menunduk. Kamu pasti pernah mendengar istilah untuk menamai generasi yang tidak bisa lepas dari gadget-nya tersebut. Tapi siapa sangka jika terlalu sering menunduk dapat menimbulkan masalah pada kesehatan. Menurut laporan Kompas, kepala manusia memiliki berat sekitar 5,4 kilogram. Tatkala leher kita condong ke depan dan terlalu lama menunduk, bobot kepala naik, beban leher dan tulang belakang jadi lebih besar. Pada titik kemiringan 15 derajat, tulang leher jadi harus menahan beban sekitar 12,2 kg. Akibatnya, otot punggung dan otot perut memburuk, serta mampu memengaruhi kemampuan sistem pernapasan kita. Di samping itu, postur tubuh kita pun bisa jadi tidak karuan. Sebagai informasi, pada titik sudut 30 derajat, bebannya akan bertambah lagi berkali-kali lipat. Jelas tidak baik untuk kesehatan postur tubuh kita.

Itulah 5 hal negatif yang akan senantiasa menghantui kita jika terlalu tergila-gila dengan media sosial. Yuk Kurmate kita mulai menggunakan media sosial dengan bijaksana, agar lebih banyak manfaat positif yang kita dapatkan.



back