ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

#LocalHero Save Street Child, Komunitas Sosial Perajut Asa bagi Anak-anak Jalanan

18 Jun 2017

Problematika mengenai anak-anak ‘kurang beruntung’ sudah menjadi hal yang serius di berbagai daerah di Indonesia. Banyak dari mereka yang terpaksa hidup dan mencari nafkah di tempat yang tak seharusnya mereka berada, jalanan. Kata terpaksa adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan mereka. Tatkala kebanyakan anak-anak lain lumrahnya di pagi hari pergi ke sekolah untuk mengenyam pendidikan, sore hari bermain di lapangan, dan mengerjakan PR serta sesekali menonton TV, anak-anak jalanan justru harus bergelut dengan kerasnya kehidupan di jalan.

Penampakan tersebut tidak hanya terjadi di kota metropolitan, seperti Jakarta saja. Kota Malang yang dikenal dengan kota pariwisata pun ternyata dihuni banyak anak jalanan. Dari sebuah data yang diungkapkan Dinas Sosial setempat, pada tahun 2015 tercatat ada 227 anak yang hidup di jalanan. Itu pun tidak termasuk anak-anak yang luput dari pencatatan.

Di tengah-tengah kenyataan tersebut, sebuah komunitas bernama Save Street Child Malang (SSC Malang) menawarkan pengabdian mereka untuk anak-anak yang kurang beruntung tersebut di Malang. Sesuai dengan namanya, komunitas tersebut adalah komunitas yang memiliki fokus kegiatan terhadap anak-anak yang termarjinalkan dan hidup di jalanan.

Humas SSC Malang, Nadya Fiqi Nurcahyani, mengatakan, SSC Malang ingin membantu anak-anak jalanan, yang mana mereka juga anak bangsa, memiliki akses pendidikan yang lebih. Di balik itu, SSC Malang juga memberikan wadah kepada para anak muda untuk berbagi, baik itu berupa materi maupun immateri.

“Konsen utama SSC Malang ada pada bidang pendidikan dan pemberdayaan. Kegiatan rutin SSC Malang ada kegiatan harian, mingguan dan tahunan,” tutur Nadya.

Setiap pekannya, SSC Malang menggelar kegiatan Belajar Bareng atau disebut ‘Jareng’. Kegiatan tersebut digelar setiap hari Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Setiap kegiatannya, Jareng dilakukan di beda-beda titik. “Hari Senin di Muharto Gang 7 pukul 19.00, Rabu di Sukun pukul 16.00, Kamis di Arjosari pukul 16.00, dan Jumat di Muharto Gang 3 pukul 16.00,” kata Nadya.

Dalam sebulan sekali, kata Nadya, SSC Malang juga rutin berbagi keceriaan pada sebuah akhir pekan. “Kegiatan ini biasanya adik-adik diajari untuk membuat sebuah prakarya, seperti menggambar di totebag, membuat gelang, membuat stringart, dan karya-karya lainnya,” tambah Nadya.                        

Kaya Kegiatan Tahunan

SSC Malang terkenal dengan konsistensinya dalam kegiatan pengabdian. Di samping itu, mereka juga memiliki banyak kegiatan. Beberapa di antaranya adalah 10rb Berkah, One Bag Million Dreams, Book Hunter, Happy Vacation, Love and Share.

Kegiatan 10rb Berkah digelar setiap bulan Ramadan. Bentuk kegiatannya buka bersama dengan anak-anak jalanan di mana mereka juga memiliki kesempatan untuk berbagi dengan orang-orang di sekitarnya. “Sebelum buka puasa, kami mengajak adik-adik berbagi takjil. Mereka tahu rasanya berbagi, dan mengajarkan mereka tidak lupa berbagi meskipun berada dalam kekurangan,” kata Nadya.

Selain itu, kata Nadya, ada kegiatan One Bag Million Dreams. “Kegiatan ini kami membagikan tas sekolah untuk adik-adik. Namun untuk tahun lalu kami membagikan sepatu dan keperluan adik-adik untuk sekolah,” kata Nadya.

Lain pula dengan Book Hunter. Menurut Nadya, SSC Malang mengajak anak-anak jalanan pergi ke toko buku, lalu mengizinkan mereka memilih sendiri buku yang mereka inginkan. “Setiap anak didampingi kakak-kakak dari SSC Malang,” tambah Nadya.

Selanjutnya ada Happy Vacation, di mana SSC Malang mengadakan kegiatan liburan bareng dengan anak-anak jalanan. Kemudian Love and Share, semacam kegiatan inagurasi yang menampilkan bakat-bakat terpendam, seperti menari, drama, akustik di atas sebuah panggung.

Sebagai anggota, Nadya mengatakan bahwa dia dan teman-temannya mendapatkan cerita berbeda-beda yang bisa diambil sebagai pelajaran ketika terlibat dengan SSC Malang. “Banyak banget, aku pribadi yang dulunya dikit-dikit suka ngeluh sekarang jadi banyak bersyukur. Yang pasti bikin diri sendiri bersyukur atas keadaan. Aku pribadi pernah tanya ke anak-anak tersebut, rata-rata karena faktor ekonomi. Bahkan ada juga yang disuruh orangtua,” ujar Nadya.

Nadya menambahkan, “Mereka turun ke jalan karena ada yang bantu orangtua, agar bisa menyambung hidup. Beberapa ada juga yang nggak punya orangtua dan benar-benar tinggal di jalan.”

Menurut Nadya, SSC Malang sangat menaruh rasa hormat dan salut terhadap anak-anak jalanan. Banyak dari mereka masih semangat ingin sekolah. “Beberapa dari mereka masih ada yang sekolah, dan kadang kalau mereka ada PR yang susah, mereka bawa ke kami, dan diskusi bareng gitu. Semangatnya patut ditiru,” tutup Nadya.

Turun ke jalanan memang terkadang mesti kita lakukan agar kita dapat berempati dengan kehidupan mereka yang ada di sekitar kita. Kita akan merasakan bagaimana mudahnya keringat menetes, debu menempel di wajah, hingga menghirup polusi asap kendaraan, demi sebuah harapan hidup yang lebih baik.

Kurmate, kamu bisa menggunakan caramu sendiri kok untuk membantu mereka. Tapi jika ingin bergerak bersama, menambah teman, serta memilih bergabung dengan komunitas sosial seperti Save Street Child adalah sesuatu yang sangat dianjurkan. Yuk bersama-sama kita peduli dengan kehidupan di sekitar kita, Kurmate.

 



back