ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

Mengenal Evi Nurul Ihsan, Diver Muda WWF Indonesia yang Baru Bisa Renang Saat Masa Kuliah

31 May 2017

Dalam kamus kehidupan, banyak sekali kisah yang menceritakan seseorang yang pantang menyerah dan memegang prinsip ‘tak ada kata terlambat untuk belajar’. Salah satunya cerita nyata adalah Evi Nurul Ihsan. Evi tidak pernah menyangka dirinya bisa mengabdi pada Indonesia sebagai  monitoring and surveillance officer di Yayasan WWF Indonesia Direktorat Papua Program. Apa pasalnya? Tatkala masuk kuliah tahun 2010 di Universitas Diponegoro, Evi ternyata tidak bisa renang sama sekali. Kontras sekali dengan keadaan saat ini, di mana dia tidak bisa lepas dari alat selam.

Keadaan yang mengubah hidupnya tersebut terjadi saat Evi melihat senior-seniornya. Menurut Evi, saat masa kuliah itulah dia menemukan jati diri dan passion-nya. “Kebetulan saya kuliah di jurusan Ilmu Kelautan, dan ketika melihat senior-senior di kampus kelautan mengenalkan diving, kayaknya keren gitu. Mereka punya ciri khas dan keahlian khusus yang cukup langka. Akhirnya jadi ‘panas’, dan berpikir pokoknya saya juga harus bisa diving. Padahal waktu masuk kelautan nggak bisa renang sama sekali,” kata Evi.

Pengalaman menyelam Evi sudah cukup banyak. Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Karimunjawa, Pesisir pantai utara Jawa Tengah, Bali, Sumba, Rote Ndao, Kupang, Timor, NTT, Komodo, Raja Ampat, Konawe, Kendari, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Manokwari, Nabire, Biak, Kepulauan Padaido, Kepulauan Yapen, Sorong, Sabu dan Raijua, sampai perbatasan Timor Leste pun pernah diselaminya.

Titik monumental

13696528_611273859033357_1859091071_n.jpg

https://www.instagram.com/evicaesio/

Bisa dibilang, titik hidup yang monumental Evi adalah saat masa kuliah. Evi mengaku benar-benar memanfaatkan kuliah untuk mempersiapkan hidupnya di kemudian hari. Tidak ada istilah kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang) dalam hidup Evi saat itu. Dia menyarankan para mahasiswa dan calon mahasiswa memanfaatkan waktu pada masa kuliah dengan bergabung unit kegiatan mahasiswa (UKM).

“Masa kuliah itu salah satu proses pencarian jati diri, belajar jatuh bangun, membangun relasi, belajar profesional meskipun hanya sebatas masih level unpaid,” ungkap cowok berkacamata tersebut.

Banyak hal yang Evi dapatkan ketika bergabung dengan UKM selam di Fakultas Ilmu Kelautan Undip. Selain pengalaman belajar bekerja sebagai profesional di dunia kelautan, meskipun saat itu masih mahasiswa. “Keuntungan lain yang sekarang saya dapat adalah relasi dan social circle kita jadi luas karena berorganisasi. Kenal banyak orang dari berbagai latar belakang, mulai dari orang kementerian, dinas, swasta sampai wartawan,” tambah Evi.

Rasa ingin tahu yang besar dan semangat belajar pantang menyerah, kata Evi, harus tetap dijaga. Evi berkata, “Kebayang ‘kan dari seorang yang tadinya nggak bisa renang sama sekali, sekarang sudah jadi penyelam bersertifikat rescuediver. Semangat hijrah untuk menaikkan kualitas diri itu yang menjadi faktor penentu utama di samping sumbangsih keikutsertaan dalam UKM.”

Menurut Evi, kita sebaiknya tidak terlalu asik berdiam di zona nyaman. Setelah cukup menikmati kenyamanan, kata Evi, segeralah keluar dari zona nyaman. “Cari sesuatu hal yang baru, terus-menerus upgrade kualitas diri, niscaya kenyamanan-kenyamanan lain akan menanti di depanmu,” tambah Evi.

Pesan terakhir yang juga penting buat Kurmate jadikan pedoman adalah tidak pernah berhenti belajar dari siapa pun dan di mana pun. “Jangan lupa juga jadi pribadi yang menyenangkan untuk semua orang. Kalau orang lain senang dengan kita, proses-proses dan hasil yang ingin kita raih pasti akan lebih mudah,” tutup Evi.

 



back