ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

Chalida Ghrya Wahyudi, Penyiar Hits Yogyakarta yang Percaya Kekuatan Passion

30 May 2017

Menggeluti profesi berdasarkan passion masih jarang sekali ditemukan. Demi mencari zona aman, kadangkala kita tidak mengindahkan passion dan membiarkannya terkubur oleh masa. Terkecuali bagi announcer hits Yogyakarta ini, Chalida Ghrya Wahyudi. Dia sangat menikmati pekerjaannya di dunia broadcast radio. Pekerjaan tersebut bahkan sudah digelutinya sejak masa sekolah.

“Pekerjaan ini seru, menyenangkan, dan menurutku sebuah pekerjaan yang nggak mungkin tua. Informasi yang harus kita cerna setiap hari selalu baru, jadi selalu muda deh,” kata Chalida.

Chalida mengaku mulai menemukan passion-nya sedari SMP dan mulai diaktualisasi SMA. “Passion mendorong banget. Akhirnya mulai berani ikut seleksi radio, keterima, lalu belajar prosesnya. Ternyata bukan sekadar bisa ngobrol, tapi harus up to date, belajar teknik ngatur beat, tempo dan lain-lain,” tambah Chalida.

Menurutnya, passion itu vital. Ibarat dalam diri manusia adalah jantungnya. Kita bisa hidup karena jantung kita berdetak. Kini status Chalida bukan hanya announcer semata, melainkan sudah jadi seorang public relations dari radio tempatnya bekerja. Ia menikmati itu lantaran di satu sisi, Chalida juga masih bisa ikut siaran.

Chalida berkata, “Kamu masih bisa semangat ngerjain pekerjaan itu karena kamu punya passion-nya. Kurang rasanya kalau ngerjain sesuatu tanpa passion. Nggak ada rasa kepuasan ketika kamu berhasil mencapai tujuanmu. Nggak ada sedihnya ketika kamu nggak bisa mencapai apa yang kamu mau. Pokoknya, nggak ada nyawanya lah.”

Masih tentang pekerjaan yang penuh passion, Chalida mengatakan sesusah-susahnya orang melihatnya dalam menghadapi sesuatu, dalam dirinya sebenarnya enjoy menikmati setiap proses. “Karena aku paham itu memang tahapannya,” tambah mahasiswa S2 di UNY tersebut.

Aktif sharing ilmu dan pengalaman

12729634_1065623930126810_1843267693_n.jpg

Chalida cukup dikenal di kalangan anak muda Yogyakarta. Cewek kelahiran Tasikmalaya tersebut kerap mengisi acara-acara seminar, workshop dan diskusi tentang dunia public speaking dan broadcasting di Yogyakarta. “Aku nggak mau pelit soal ilmu dan pengalaman. Kalau pelit, manfaatnya bisa berhenti cuma di aku,” ungkapnya.

Sebelum mengisi dengan materi-materi yang teknis di setiap sesi sharing, Chalida kerap memotivasi audiensnya tentang mimpi dengan cara yang konkret. Salah satunya, menulis mimpi di catatan harian. “Ketika kamu punya sesuatu untuk dicapai, dan kamu seorang pelupa, tulislah di buku catatan yang sering kamu tenteng kemana-mana. Jadi, kamu nggak akan utopis dan secara nggak langsung akan diarahin ke sana waktu tiap kali nemu tulisan itu,” kata Chalida.

Chalida kerap juga mengajak audiensnya untuk memberitahu orang-orang soal mimpi masing-masing. Tujuannya, agar ingat karena diingatkan. “Selain itu, ketika orang tahu tentang mimpi kamu, kamu ‘kan bakal didoain banyak orang juga,” imbuhnya.

Mengetahui keinginan yang temporer atau impian yang passionate juga hal yang penting. Saat menemukan kegagalan berkali-kali, tapi kamu tidak pernah pantang menyerah, bangkit lagi, kata Chalida, berarti itu yang namanya passion. “Terakhir, konsisten dan nggak gengsi belajar dari siapa pun. Bukan serakah, tapi kamu pengen belajar lagi dan lagi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu-waktu,” kata Chalida.

Salah jurusan

Kerap kali menemukan anak muda yang merasa salah jurusan ketika kuliah. Mungkin salah satunya Kurmate. Namun hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus disalahkan. Chalida adalah lulusan psikologi pendidikan, bukan mahasiswa broadcasting atau ilmu komunikasi. Tapi menurutnya, itulah yang membuat dirinya jadi kaya ilmu.

“Aku nggak pernah merasa salah jurusan sih. Toh kaya akan disiplin ilmu itu bukan sebuah dosa. Malahan, karena aku anak psikologi pendidikan, ketika aku ngobrol sama klien, aku jadi tau dong kondisi psikis mereka buat nge-grab hati mereka,” ungkap Chalida.

Ketika Kurmate konsen terhadap kesalahan yang dibuat, maka sangat mungkin kamu terus terpuruk dan bingung sendiri. Namun jika Kurmate open minded dan terus berusaha melakukan apa pun dengan maksimal, punya banyak ilmu itu tidak akan sia-sia kok. Terus kejar passion-mu ya, Kurmate!

 



back