ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

#LocalHero Mendalami Makna Kegiatan 'Sharing' Ilmu versi Komunitas Asa Edu

26 May 2017

Ilmu adalah warisan yang tidak akan pernah punah. Ilmu apa pun itu, selama jauh dari muatan negatif, pasti akan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Secara spesifik, kekuatan ilmu mampu mengundang pemberdayaan pada masyarakat. Itulah yang jadi konsen Asa Edu di pesisir pantai Semarang.

Asa Edu merupakan sebuah komunitas yang berdiri sejak tahun 2014 dan bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat Semarang, khususnya pesisir pantai utara. Lahirnya Asa Edu memiliki tujuan untuk menuntun masyarakat agar dapat mengembangkan potensi daerahnya.

Singkatnya, Asa Edu diinisiatori oleh Koerul Anwar dari Ilmu Perikanan Universitas Diponegoro. Fawwaz Sidiqi, Humas Asa Edu, mengatakan, benih-benih komunitas sosial itu sudah muncul pada tahun 2013 ketika melihat keadaan Desa Tambak Lorok yang cukup memprihatikan. Namun Asa Edu mulai efektif dan menunjukan geliatnya secara aktif pada tahun 2014.

Fawwaz mengungkapkan bahwa komunitasnya tidak hanya fokus dalam dunia pendidikan. Mereka memiliki tiga program yang  jadi konsen, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi kreatif. Pertama, kata Fawwaz, adalah program Pesisir Cerdas.

“Program tersebut diusung demi memberikan pemahaman dan pendidikan di bidang kelautan perikanan dan pengetahuan umum. Sasaran utamanya anak-anak. Kegiatan rutinnya mengajar setiap Ahad pagi di Rumah Baca Seroja, Tambak Lorok,” kata Fawwaz.

Sedangkan program kedua, ada Pesisir Sehat. Program tersebut untuk mendorong masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat. Fawwaz berkata, “Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan adalah gerakan pungut sampah, gerakan cuci tangan dan gerakan bersih-bersih kampung.”

Terakhir, Asa Edu menamainya dengan program Pesisir Kreatif. Program itu bertujuan untuk membantu memberdayakan ibu-ibu nelayan agar lebih produktif. “Program ini baru mau dimulai dalam waktu dekat, soalnya emang butuh persiapan dan pendekatan lebih jauh dulu,” imbuh Fawwaz.

Selain melihat keprihatinan di Tambak Lorok, Asa Edu merupakan kesempatan bagi para anak muda, khususnya dari Universitas Diponegoro, untuk sharing ilmu yang didapat di kampus. “Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan penting yang bisa dibagikan kita paling mudah ke masyarakat. Program kita di pendidikan pun, dalam masalah sumber daya, nggak seribet di program lain. Sumber dayanya berasal dari kami sendiri,” tambah Fawwaz.

Fokus di pesisir utara Semarang

17596773_131439247391376_6918027918157283328_n.jpg

Pesisir pantai utara Semarang jadi perhatian khusus Asa Edu, kata Fawwaz, lantaran masih jarang pihak yang konsen mengembangkan potensi dan memberdayakan masyarakat pesisir Semarang. “Jarang sekali ada program yang memberdayakan dan kontinyu. Sejauh pengamatan kami, paling baru acara yang bersifat seremonial atau eventual saja,” imbuh Fawwaz.

Perbedaan Asa Edu dengan komuntas sosial dan pendidikan lain adalah pada kurikulum pembalajarannya. Fawwaz berkata, “Bagaimana pun orang pesisir yang harus ditonjolkan adalah pengetahuannya tentang kelautan dan perikanannya. Makanya kita memberi porsi tersendiri untuk memberi wawasan seputar dunia kelautan dan perikanan di sana.”

Dalam wawancara dengannya, Fawwaz menekankan bahwa Asa Edu pun menerima volunteer dari berbagai kalangan untuk ikut terlibat. Jadi, komunitas ini tidak eksklusif dan hanya untuk mahasiswa Universitas Diponegoro yang mengerti kelautan dan perikanan.

“Kami terbuka untuk siapa pun bergabung. Kami yakin, semakin banyak disiplin ilmu, maka akan semakin banyak wawasan yang kami miliki dan bisa dibagikan kepada masyarakat. Hanya saja untuk sharing ilmu tentang kelautan dan perikanan, kami biasanya punya tim sendiri yang memang mengerti permasalahan tersebut,” tutup Fawwaz.

Bagaimana, Kurmate? Buat kamu yang tinggal di sekitar Semarang dan ingin bergabung dengan Asa Edu, bisa banget tuh. Pasti seru bisa berbagi ilmu dan pengalaman ke masyarakat pesisir pantai. Yuk coba!

 



back