ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

Belajar Dunia Politik dari Rizki Emirdhani Utama. Ternyata Asik!

24 May 2017

Bagi anak muda, seringkali apatis dengan politik dan menganggapnya sebagai pembahasan yang tidak menarik. Banyak faktor yang menyebabkan sebagian besar anak muda menentukan sikap seperti itu. Selain dianggap sebagai urusan orangtua, anak muda juga kerap menilai politik itu suatu hal yang kotor. Akan tetapi Rizky Emirdhani Utama memiliki pandangan lain tentang politik. Ia mengatakan politik itu harusnya dipandang positif.

Emir adalah sosok anak muda yang tidak alergi dengan dunia politik. Ia bahkan tertarik menggelutinya, sampai memilih kuliah di jurusan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Emir memiliki mimpinya terjun ke dunia politik, dan mimpinya makin dekat ketika dia diajak bekerja sebagai Tenaga Ahli seorang anggota DPR RI. Kali ini, Emir berbagi pandangannya tentang politik dan bagaimana sebaiknya anak muda menyikapinya.

Menurut Emir, anak muda harus mulai memahami dasar pengertian politik. Pengertian politik di sudut pandang anak muda, menurut Emir, biasanya selalu diasosiasikan dengan kekuasaan. “Pada dasarnya politik itu soal pengabdian. Anak muda cenderung jadi alergi pada politik karena mereka berpikir politik itu hanya terkait kekuasaan, dan kekuasaan sering dinilai sesuatu yang tidak baik. Akhirnya muncul stigma negatif,” kata Emir.

Sosok anak muda satu ini bukanlah orang yang pelit ilmu dan pengalaman tentang politik. Jelang Pilkada DKI kemarin, beberapa sekolah mengundangnya sebagai pembicara untuk mengenalkan politik a la anak muda. “Kongkretnya anak muda sekarang itu senang dengan orang ini telah berbuat apa, orang ini telah menghasilkan apa,” ungkap Emir.

Selain itu, Emir juga mendapatkan insight bahwa anak muda ingin dilibatkan dalam politik. “Pendekatan terhadap anak muda itu sebaiknya melibatkannya. Harapannya anak muda disertakan dalam perumusan kebijakan, pengimplementasian kebijakan,” imbuhnya.

“Sebagai orang yang cukup mengerti sedikit tentang politik, saya kerapkali menemukan anak muda dipandang sebelah mata dalam politik, terlebih oleh mereka yang telah terjun lama di dunia politik. Padahal untuk menunjang mobilisasi dan kemajuan iptek, biasanya anak muda lebih handal dibanding pendahulunya,” tambah cowok kelahiran 9 Juni 1994 tersebut.

Anak muda saat ini memang cenderung apatis. Jangankan tertarik menggeluti, kata Emir, mengenal politik saja masih agak alergi. “Partisipasi anak muda sering terhitung sedikit, tapi untungnya di DKI Jakarta kemarin partisipasinya naik daripada yang sebelumnya,” ungkapnya,

Manfaat belajar politik sedini mungkin

20066608_259742987858938_3555135900541255680_n.jpg

Anak muda melek politik itu harusnya bisa sedini mungkin. Menurut Emir, saat menginjak bangku SMP seharusnya anak muda sudah paham politik. “Ada medium pemilihan ketua OSIS yang bisa dipelajari tentang politik. Sudah saya bilang, politik bukan soal kekuasaan tapi pengabdian. Politik juga ada kaitannya dengan nilai-nilai kenegaraan. Ada baiknya belajar sejak dini,” tutur Emir.

Sumbangsih orangtua terhadap pengetahuan anak muda tentang politik pun cukup besar. Jarang sekali, kata Emir, dirinya menemukan ada orangtua aware terhadap pengetahuan politik anak. Tidak heran jika urusan politik kerap disebut sebagai urusan orangtua. “Saya juga merasakan hal tersebut,” kata Emir.

Mengenalkan politik sejak dini kepada anak muda dapat meningkatkan wawasan tentang tujuan politik itu sendiri. Sehingga anak muda tidak sempit menilai politik hanya sebagai sebuah pertarungan. “Jika tahu politik, anak muda pasti punya insight lebih tentang kemana kita harus melangkah, sedang butuh siapa kita, dan butuh apa saja kita saat ini,” papar Emir.

Dengan pengetahuan yang cukup mendalam tentang politik, kata Emir, anak muda tidak akan melihatnya sebagai lahan pertarungan kekuasaan yang berpotensi menimbulkan korban. “Jadikan politik sebagai alat pemersatu. Merajut semua yang telah terkoyak adalah tanggungjawab kita semua sebagai pemuda. Karena politik memang rawan konflik, ada baiknya kita lebih mengedepankan nilai-nilai pengabdian,” ucap Emir.

Tentang kecenderungan anak muda berpolitik di media sosial, Emir mengatakan tidak ada yang salah dengan kegiatan tersebut, sebab Indonesia adalah negara yang mengedepankan kebebasan berekspresi.

“Kita boleh berkomentar tapi harus tetap di jalurnya. Kita boleh bersuara tapi tetap ada etikanya. Berekspresilah tanpa mendiskreditkan suatu golongan atau kelompok lain. kita hidup di negara yang penuh dengan perbedaan. Akhiri dengan solusi, bukan caci maki,” kata cowok yang aktif di Ikatan Abang None Jakarta Pusat tersebut.

Kira-kira begitulah pernyataan dari Emir yang bisa kita ambil sebagai pelajaran. Ternyata dunia politik tidak serumit yang kita bayangkan ya Kurmate. Tergantung bagaimana kita menanamkan mindset tentang dunia politik itu sendiri. Yuk, lebih peduli lagi dengan perkembangan dunia politik di Indonesia.



back