ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

Penjelasan Ilmiah Tentang Fenomena Ketindihan Saat Tidur

11 Jul 2017

Kurmate, pernahkah kamu terbangun saat tidur namun mengalami kesulitan bergerak seperti ditimpa sesuatu yang besar? Yup, fenomena ini biasa disebut sebagai tindihan. Banyak orang yang kemudian mengaitkan kejadian ini dengan hal-hal mistis. Padahal, ada penjelasan ilmiah yang menjawab misteri ‘tindihan’ yang kerap dialami oleh beberapa orang ini. Nafoura telah merangkum informasi terkait tindihan yang dilansir dari Live Sciencesecara lengkap. Simak yuk, biar tidak salah paham.

 

Gejala yang dialami

MORE-SLEEP_FEATURE.jpg

greatist.com

Seseorang yang mengalami tindihan atau dalam bahasa medis disebut sebagai sleep paralysis merasa kesulitan bergerak dan berbicara saat terbangun dari tidurnya. Selain itu ada juga yang merasakan adanya beban di dada hingga menimbulkan sesak napas bahkan tersedak. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini bisa bertahan satu hingga dua menit.

Menurut sebuah studi oleh Pennsylvania State University pada tahun 2011, sekitar 7,6 persen dari populasi mengalami masalah sleep paralysis. Orang dengan gangguan mental seperti kecemasan dan depresi cenderung lebih berpotensi mengalaminya.

 

Penyebab sleep paralysis

awake-in-bed.jpg

Dokter Sehat memaparkan bahwa berdasarkan gelombang otak, terdapat 4 tahapan yang dialami saat tidur. Tidur ringan, yakni saat kita masih setengah sadar, tidur lebih dalam, tidur paling dalam, dan REM (Rapid Eye Movement) di mana otot-otot tubuh telah dinonaktifkan dan kemungkinan bermimpi sangat besar. Nah, sleep paralysis ini adalah sejenis halusinasi yang terjadi karena adanya malfungsi tidur di tahap REM, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Al Cheyne dari Waterloo University, Kanada.

Malfungsi tidur yang terjadi bermula saat gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar ke tahap tidur ringan, lantas langsung melompat ke REM dan bermimpi. Sleep paralysis ini terjadi saat otak mendadak terbangun dari mimpi. Otak merasa sadar namun tubuh belum diaktifkan sempurna sehingga tidak sanggup bergerak. Dalam kondisi ini, biasanya halusinasi akan muncul yang sebenarnya merupakan gejala umum dari mimpi. Hal inilah yang menjelaskan kenapa saat mengalami tindihan, seseorang dapat melihat penampakan atau hal lain yang di luar kesadarannya.

Sleep paralysis ini biasanya terjadi pada mereka yang kondisi tubuhnya terlalu lelah atau kurang tidur. Bisa juga karena pengaruh obat-obatan tertentu serta beberapa gangguan tidur seperti sleep apnea atau gangguan tidur yang mengganggu pernapasan seperti mendengkur. “Selain itu, sleep paralysis biasanya dialami oleh para penderita narkolepsi atau serangan tidur mendadak tanpa adanya tanda-tanda mengantuk”, ungkap Dr. Shelby Harris, Direktur Behavioral Sleep Medicine di Sleep-Wake Disorders Center di Montefiore Health System, Bronx, New York.

 

Solusi mengatasinya

20-things-better-sleep-dark-bedroom.jpg

rd.com

Meski dianggap tidak membahayakan menurut UK National Health System (NHS), namun sleep paralysis ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Salah satu kunci mengatasinya adalah menelusuri penyebab yang mendasarinya, lalu atasi dengan menghindari pemicu tersebut. Misalnya, jika kamu kerap mengalaminya saat kondisimu sedang kelelahan, maka usahakan untuk mengurangi aktivitas dan tidur cukup secara teratur.

Mulailah evaluasi diri dan cukupkan kebutuhan tidur setidaknya 7-8 jam setiap malam. Hindari juga konsumsi obat di malam hari selama 3 jam sebelum tidur. Batasi juga asupan kafein setelah pukul 2 siang, dan yang lebih penting lagi adalah menjauhkan gadget dari tempat kamu beristirahat. Semua ini dilakukan demi tidur yang berkualitas dan terbebas dari segala gangguan.

 

Gimana Kurmate, sudah jelas ‘kan kalau ternyata tindihan itu bukan kejadian mistis seperti yang selama ini menjadi mitos di kalangan masyarakat umum?



back