ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

#LocalHero Gloria Morgen, Gadis Salah Jurusan yang Berprestasi Internasional

12 Jul 2017

Permasalahan salah jurusan bukanlah hal yang aneh di kalangan mahasiswa. Beberapa dari Kurmate mungkin ada yang sedang merasakan problem tersebut saat ini. Lumrahnya keadaan ini terjadi karena kita kebingungan saat hendak memilih jurusan di masa pendaftaran kuliah. Kondisi tersebut juga dirasakan Gloria beberapa tahun lalu. Bahkan bisa dibilang ia terlambat menyadari bahwa dirinya salah jurusan, Gloria baru merasa ia salah jurusan saat menginjak semester 6.

“Aku ambil jurusan Teknik Kimia di Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung. Awal-awalnya oke sih. IPK lumayan, tapi ketika udah mulai bahasannya kimia banget, IPK turun jadi dua koma,” kata Gloria.

Selain nilai IPK yang menjadi pertimbangan, Gloria merasa tidak mengerti apa yang dijelaskan dosen di kelas. “Setiap hari itu kayak ngeluh ‘Yah… kuliah. Yah… kuliah lagi.’ Aku pun merasa jenuh dengan kehidupan sehari-hari. Senin sampai Jumat kuliah, Sabtu ke lab. Kok hidup aku gitu-gitu aja. Kok nggak outstanding,” paparnya.

Namun keadaan tersebut tidak berarti membuat Gloria patah arang. Ia mencari jalan keluar untuk membuatnya menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Ia keluar dari zona nyamannya, kemudian mulai mencari passion-nya.

“Aku mau sesuatu yang berbeda. Jadi walaupun merasa salah jurusan, orang tetap tahu bahwa ada Gloria Morgen,” tuturnya.

Kemudian Gloria berkata, “Aku lalu berpikir soal passion lain. Kimia jelas bukan passion-ku. Lantas  muncul pertanyaan, ‘Solusinya apa? Elu nggak suka ini, terus sukannya apa? Nggak mau asal-asalan. Aku mau suka dan harus outstanding di sana.”

Untuk mencapai itu semua, seseorang tentu memerlukan sertifikasi. Untuk tahu kita outstanding di sana, kata Gloria, kita harus sesuatu yang bisa membuat orang lain mengakui hal tersebut. Salah satunya dengan menang lomba. “Waktu itu ‘kan aku nggak tau hebatnya di mana. Dan untuk mendapatkan prestasi pertama, aku harus gagal 38 kali. Kemudian untuk mendapatkan prestasi kedua, aku harus gagal belasan kali,” ungkap Gloria.

Gloria mengaku telah mencoba banyak hal. Lomba bikin kalender, puisi dan cerpen telah ia coba. Namun ia baru bisa mendapatkan prestasi ketika menang lomba sosial bisnis. “Ujung-ujungnya aku selalu berhasil di lomba sosial bisnis. Dan mulai sadar kemampuan pada bidang tersetut, lalu fokus di sana dan semakin terasah,” kata cewek asal Palembang tersebut.

Keadaan tersebut berhasil memutar balikan hasrat Gloria. Gloria berhasil memenangkan banyak prestasi. Bahkan tidak jarang dia berhasil pergi keluar negeri mewakili Indonesia dalam sebuah konferensi.

Menyebarkan Inspirasi

SAM_0163.JPG

Dalam wawancara bersama Nafoura, Gloria mengemukakan bahwa beberapa temannya curhat soal hal yang sama, yaitu beda jurusan. Ia kemudian menceritakan pola atau formula versinya ketika menghadapi masalah tersebut. “Kerennya, habis itu mereka banyak yang sukses. Ada yang ke Turki, Malaysia, dan lain-lain,” ujar Gloria.

Melihat dirinya memilki kemampuan berbagi pengalaman dan ilmu, Gloria berpikir, “’Kok sayang banget ya kalau orang yang tau pola ini cuma orang di sekitarku doang?’ Akhirnya aku putuskanlah bahwa aku harus tulis pengalamanku,” tambahnya.

Dua buku telah ditulis Gloria mengenai pengalaman salah jurusannya. Judul bukunya adalah Untold Stories of College Life dan Unstoppable Hopes. Bahkan ia sedang mempersiapkan bukunya yang lain di tengah kesibukannya menjalankan usaha bisnis sosial, Glow For Indonesia.

Lulusan Terbaik

SAM_1159.JPG

Saat menyadari tidak suka dengan jurusannya, Gloria lebih fokus mengikuti passion-nya. Menurutnya, lomba itu prioritas di atas kuliah. Namun setelah Gloria mengikuti passion-nya, ia mengaku kuliahnya menjadi lebih baik. “Karena aku happy, efeknya ke kuliah dan itu jadi lebih baik. IPK naik, misalnya. Yang tadinya dua koma jadi tiga koma, lulus tepat waktu dan dapat predikat mahasiswa terbaik dari universitas gara-gara prestasi di luar,” kata Gloria.

Menurut Gloria, ketika merasa salah jurusan, kita sebaiknya harus senang terlebih dahulu. “Caranya gimana? Kita harus tahu kekuatan kita di mana. Misalkan kamu suka videografi atau menulis, maka tekuni dan cari sertifikasinya. Kalau kamu happy, semua bisa berjalan lebih mudah dan jadi lebih baik,” sarannya.

Lalu, untuk kamu yang masih tingkat sekolah menengah atas, agar tidak menyesal di kemudian hari, pilih jurusan yang sesuai dengan tujuan kamu ke depan. Cari passion dan kekuatan kita ada di mana. Terakhir,  jangan lupa berkontribusi untuk mendekatkan mimpi-mimpi orang lain.

“Aku memegang prinsip berkarya, berprestasi dan berkontribusi. Karya membuat kita ada di dunia ini. Prestasi membuktikan bahwa kamu outstanding. Dan kontribusi bisa membuktikan kita berguna untuk orang lain.”, ujar Gloria menutup percakapan sore itu.

 



back