ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

Rici Solihin, Mendobrak Anggapan Petani Bukan Profesi yang Keren Bagi Anak Muda

14 Aug 2017

Pekerjaan petani kerap dipandang sebelah mata oleh anak muda. Bagi mereka, gengsi rasanya untuk mencari nafkah sebagai petani. Dalam sebuah data yang diperoleh dari BPS, jumlah petani yang berada di usia produktif 15-34 tahun tercatat hanya berada di angka 13 persen. Sebuah fakta miris bahwa Indonesia dahulu sempat berjaya di urusan pertaniannya.

Namun berbeda halnya dengan Rici, seorang anak muda yang mengabdikan dirinya untuk hidup sebagai petani. Dari kegiatan tersebut, Rici berhasil menginspirasi banyak orang dan kini aktif sebagai dosen di Institut Pertanian Bogor. Nah, berikut ini Nafaoura akan mengupas kisah perjuangan Rici dari titik nol hingga sukses menjadi petani muda yang menginspirasi. Yuk Kurmate kita simak...

Kekayaan alam Indonesia adalah salah satu hal yang mendasar bagi Rici untuk menjatuhkan pillihannya terjun di bidang pertanian

Indonesia kaya akan hasil alam dan rempahnya yang melimpah, hal ini yang dijadikan oleh Rici sebagai peluang untuk masa depannya. “Sejak kecil keluarga saya sering berpindah-pindah tempat tinggal, kami biasa tinggal di daerah dataran tinggi seperti Bandung, Garut, Sukabumi hingga Pangalengan yang banyak lahan pertanian. Kemudian saya mempunyai cita-cita untuk mempunyai lahan pertanian sendiri, maka dari itu saat kecil saya senang sekali main game yang berbau pertanian seperti Harvest Moon atau Greenhouse,” tutur Rici.

Lalu saat saya sudah menginjak bangku perkuliahan, saya main ke kampung halaman saya di daerah Bandung Barat, banyak petani yang terjerat tengkulak karena mereka tidak memiliki akses pasar. Inilah latar belakang pertama saya mengembangkan bisnis pertanian di kampung halaman,” lanjutnya.

Berani menerima tantangan, tidak memiliki latar belakang pertanian, Rici tekuni budidaya paprika

Meskipun dengan latar belakang pendidikan yang berbeda yakni S1 dan S2 Ilmu Manajemen Universitas Pandjajaran. Hal ini tidak menyurutkan semangat Rici untuk mencoba sesuatu hal yang berbeda di bidang pertanian. Setelah melakukan analisa sumberdaya yang ada di sekitarnya, Rici menjatuhkan pilihan pada Desa Pasirlangu yang merupakan pusat produksi paprika. Desa Pasirlangu sendiri merupakan pemasok terbesar paprika untuk skala nasional, dengan presentasi hasil pertanian paprika di sana mencapai 70% dari total keseluruhan.

Di usia 20 tahun, ia mulai terjun sebagai pemasar untuk hasil produksi petani yang selama ini mendapatkan harga beli yang sangat mencekik dari para tengkulak, hal ini menyebabkan kerugian bagi petani lokal. Sadar akan perkembangannya, pada usia 22 tahun, Rici langsung terjun ke budidaya Paprika dengan menggunakan sistem hidroponik.

Terinspirasi Harvest Moon dan Greenhouse

Rici yang gemar dengan game Harvest Moon dan Greenhouse  ini mengaku mendapatkan beberapa inspirasi dari sana. “Iya betul, saya melihat di Harvest Moon ketika menanam tanaman di dalam atau di luar kebun, saya harus menyesuaikan komoditas tanaman yang cocok dengan musim tanam dan keadaan tanahnya, sementara ketika membangun Greenhouse saya melihat tanaman apapun dapat ditanam di dalamnya tanpa mengenal musim sehingga kita bisa mendapatkan hasil pertanian yang stabil sepanjang tahun,” tuturnya.                        

Kisah jatuh hati pada paprika dan skripsi sebagai modal pitching investor

Pada saat memulai usaha pertanian ini, Rici mengaku mendapatkan modal dari skripsinya pada tahun 2012 yang membahas mengenai Business Plan Paprika. Dari proposal business plan ini ia gunakan untuk menghimpun dana, baik secara kompetisi, hibah maupun mencari investor untuk membuat Green House Paprika.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015 nama usaha pertaniannya yaitu Segar Barokah ia ubah menjadi Paprici Segar Barokah. Tujuannya untuk menunjukkan identitas usaha bahwa komoditas utamanya adalah paprika bewarna hijau, kuning dan merah. Untuk pemasaran sendiri sudah mencakup Bandung, Jakarta, Jambi, Pontianak, Kepulauan Riau bahkan pernah ekspor sampai ke Singapura.

“Selain Paprika sebagai komoditas utama, ada beberapa holtikultura unik lainnya juga yang kita sediakan, seperti timun kiury, lettuce, brokoli, tomat cherry, jamur, zukini, tomat , bahkan cabe besar juga ada,” ujarnya.

Rici juga menjelaskan, mengembangkan makanan olahan hasil pertanian adalah hasil inovasi sosial untuk meningkatkan nilai pangan nasional. Untuk mengadakan beberapa produk tersebut, ia bekerja sama dengan beberapa petani lokal di daerah Jawa Barat seperti cabe dari Tasik, tomat dari Garut, kentang dari Pangalengan, serta melibatkan ibu-ibu PKK untuk mengolah sayuran dan berkolaborasi dengan akademisi untuk riset dan pengembangan produk baru serta aplikasi teknologi terkini untuk pertanian.

Hasilnya, Paprici mendapatkan penghargaan di lingkup nasional dan internasional seperti Finalis Wirausaha Muda Mandiri 2011 perwakilan dari Jawa Barat, Juara 1 Entrepreneurship Award dari Universitas Padjadjaran tahun 2011, Juara 1 YSEALI Pitch Master Chef Business Competition ASEAN 2015, Mewakili Indonesia di ASEAN Students Visit to India 2013, Fellowship Ashoka Changemakers XChange di Singapura 2017, hingga Juara 1 Duta Petani Muda 2016-2017 dari 514 petani muda se-Indonesia.

“Anak muda itu harus bisa menjadi agen perubahan untuk daerahnya sendiri sebelum mengembangkan daerah lainnya”

Pada sesi terakhir wawancara dengan Rici, ia berpesan untuk generasi muda Indonesia jangan beranggapan bahwa sukses adalah mendapatkan pekerjaan di perusahaan internasional dengan gaji besar dan di tempatkan di kota besar, lalu meninggalkan desa tempat ia dibesarkan.

Sukses bagi Rici adalah ketika kita mampu membangun desa sendiri dan bisa mengenalkannya secara internasional. Boleh saja kita mencari ilmu di kota, namun harapan terbesarnya adalah bawalah ilmu dan pengalaman yang dimiliki untuk membangun desa dan turut menyejahterakan masyarakat. Karena menurutnya, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan masyarakat.

Bagaimana Kurmate, sudah cukup terinspirasi dan ingin membuat usaha yang turut mengembangkan potensi di masyarakat? Buat kamu yang ingin mempelajari lebih jauh sepak terjang Rici bisa diakses melalui website pribadinya, http://ricisolihin.com.

 

sumber foto: petanimuda.org



back