ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

Kisah Inspiratif Dian Pelangi: Mengkontruksi Hijab Kekinian Sampai Menembus Pasar Dunia

22 Mar 2017

Anak muda masa kini, terutama para kaum hawa, siapa sih yang nggak kenal sama Dian Pelangi? Dian bisa dibilang salah satu sosok penting dalam perkembangan pakaian muslimah di Indonesia, bahkan dunia. Berkat sumbangsihnya, pola pikir masyarakat terhadap hijab mulai berubah. Hijab bukan lagi sesuatu hal yang kuno.

Mau tau kisah Dian Pelangi yang membuat banyak anak muda menggandrungi gaya berpakaian muslimahnya? Yuk langsung simak saja.

 

Soal latar belakang, darah pengusaha ternyata menempel pada diri Dian dari orangtuanya

Ini-Rahasia-Koleksi-Dian-Pelangi-Sulit-Ditiru.jpg

Nama asli Dian Pelangi adalah Dian Wahyu Utami. Dian Pelangi sendiri adalah sebuah nama usaha yang didirikan orangtuanya. Namun nama tersebut akhirnya jadi nama tenar perempuan kelahiran Palembang, 14 Januari 1991 tersebut.

Dian lahir dari sebuah keluarga pengusaha kain jumputan. Akan tetapi, awalnya sang ayah yang bernama Djamaludin Sochib bekerja di bidang konstruksi. Sedangkan ibunya, Hernani, dulunya adalah pegawai bank. Keduanya mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Mereka membanting stir dan fokus jadi pengusaha di bisnis kain.

Sebenarnya bisnis kain keluarga Dian Pelangi sudah dirintis sejak tahun 1991. Bisnis tersebut sengaja dinamai Dian oleh Djamaludin dan Hernani. Karena nantinya Dian – yang kala itu masih bayi – diproyeksi jadi orang yang meneruskan bisnis tersebut.

Sedangkan nama Pelangi sendiri diambil dari teknik jumputan khas Palembang yang warna-warni. Atas dua dasar itulah, Djamaludin dan Hernani menamai bisnisnya dengan nama Dian Pelangi. Bisnis kainnya benar-benar dimulai dari bawah. Ayah Dian fokus pada urusan batik-membatik, sedangkan ibunya fokus pada kain songket. Kain yang mereka jual merupakan kain hasil produksi campur tangan mereka sendiri.

 

Dukungan orangtua atas passion Dian membuatnya jadi sosok sukses seperti sekarang ini

Biografi-Dian-Pelangi-2.jpg

Sedari kecil, Dian berbeda dengan anak-anak kecil pada umumnya. Lazimnya orangtua akan menuntut anak untuk menjadi apa. Namun orangtua Dian berbeda. Mereka mengarahkan Dian sesuai minat dan bakat. Saat kecil, Dian suka sekali menggambar, menjahit baju untuk Barbie-nya sendiri, mengotak-atik gaya busana dan rambut.

Berangkat dari pengamatan tersebut, ayahnya kemudian menyekolahkan Dian ke salah satu sekolah kejuruan di Pekalongan. Padahal menurut beberapa kawan dekatnya, Dian sempat menolak masuk SMK dan lebih tertarik masuk SMA seperti teman-temannya yang lain.

Namun Dian tetap mengikuti nasihat ayahnya. Dan siapa sangka jika keputusan tersebut tampak menjadi keputusan terbaik. Terbukti, setelah lulus SMK, Dian melanjutkan sekolahnya di The École supérieure des arts et techniques de la mode (ESMOD), Perancis. Ia kemudian lulus tahun 2008 dengan nilai tinggi.

 

Sempat dianggap anak bawang tak membuat Dian patah arang. Dia malah jadi lebih terpacu

3a219b770080ead3b5c648451e0bd312.jpg

Selepas lulus dari Perancis, Dian kemudian bergabung Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Ia jadi sosok termuda dalam asosiasi tersebut. Dianggap anak bawang tatkala jadi anggota termuda dalam sebuah kelompok atau organisasi merupakan hal yang lumrah. Hal tersebut terjadi juga pada Dian. Namun, Dian berhasil mematahkan anggapan tersebut. Ia malah sukses dan tak kalah dari seniornya yang lebih berpengalaman.

Acara Jakarta Fashion Week 2009 jadi titik awal geliat Dian di industri mode. Dia kemudian dikenal sebagai desainer muda berbakat. Sejak saat itu, nama Dian Pelangi mulai melanglang buana. Beberapa kementerian Indonesia pernah menggaetnya untuk menggelar pameran. Dua di antaranya adalah Kementrian Pariwisata (Kemenpar) yang menggelar pameran di Melbourne dan London tahun 2009 dan 2010, lalu Kementrian Perindustrian dan Perdagangan (Kemenperindag) di Abu Dhabi.

 

Dian adalah revolusioner fashion muslimah. Ia berhasil menghapus mindset masyarakat yang menilai hijab adalah sesuatu yang kolot

Dian-Pelangi-Putuskan-‘Keluar’-dari-APPMI.jpg

Meskipun telah mendunia, Dian Pelangi tak melupakan Indonesia. Dian terus berinovasi untuk menciptakan desain pakaian yang unik dan khas, tapi tak kolot. Semenjak saat itulah, anak-anak muda Indonesia, khususnya para kaum hawa, banyak yang menggandrungi gaya hijab a la Dian Pelangi.

Sebelumnya, Dian sempat mengungkapkan rasa prihatinnya karena hijab dinilai kuno oleh masyarakat. Hijab kental dengan ibu-ibu. Namun, berkat tangan Dian, mindset tersebut berubah setelah terciptanya hijab yang bebas berekspresi. “Busana muslimah itu bisa tampil keren,” papar Dian.

Untuk memperluas “kampanyenya”, Dian bersama teman-temannya mendirikan komunitas Hijabers Community pada tahun 2011. Mereka benar-benar memanfaatkan aktivasi digital. Kegiatan online dan offline berjalan dengan baik demi mengenalkan gaya hijab yang bebas berekspresi.

Sosok Dian sangat menginspirasi anak-anak muda Indonesia. Bayangkan saja, bisnis keluarga yang tadinya hanya mempekerjakan 5 karyawan tersebut sekarang telah memiliki 350 orang karyawan. Dian Pelangi pun tak lupa melakukan segmentasi pada produknya. Ada 5 koleksi, yaitu: DP by Dian, DP Bride, DP kids, D-men, serta DP Hajj. Nama Dian Pelangi pun sudah dikenal oleh para pegiat fashion dunia. Sungguh sosok muda inspiratif.

Kini, Dian tak hanya mengurusi dunia fashion. Dia juga kerap menulis di blog pribadinya dan sudah pernah menulis dua buku berjudul “Hijab Street Style” dan “Brain, Beauty, Belief”. Bagaimana, Kurmate? Sosok Dian Pelangi adalah bukti lain bahwa passion dapat mengubah seseorang jadi luar biasa. Jenis pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar, bukan?

 



back