ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

Waktu Tempuh Pulang Lebih Cepat daripada Pergi. Kok Bisa Ya?

08 Apr 2017

Kurmate, pernah ngerasain ngga kalau kamu liburan ke suatu tempat yang belum pernah kamu kunjungi, perjalanan pulangnya terasa lebih cepat daripada pergi? Untuk mengobati rasa penasaran itu, kali ini Nafoura bakal mencoba mengobati rasa penasaran Kurmate. Yuk langsung simak saja!

Fenomena itu Bernama Return Trip Effect

Fenomena perjalanan pulang lebih cepat dari perjalanan berangkat sebenarnya sudah dirasakan banyak orang. Kita mungkin merasa aneh ketika kita pulang terasa cepat, padahal pada faktanya jarak tempuhnya sama.

Namun belum lama ini, sebuah jurnal yang diterbitkan PLOS ONE menjawab semua rasa penasaran banyak orang. Riset yang dilakukan para peneliti asal Jepang mengungkapkan fenomena tersebut secara ilmiah, dan sepakat menyebutnya dengan istilah ‘Return Trip Effect’.

Akibat Persepsi Otak

Secara garis besar, para peneliti menyimpulkan bahwa fenomena tersebut terjadi akibat persepsi otak. Mereka sudah menggelar beberapa eksperimen kepada dua kelompok orang yang berbeda, tapi waktu dan jarak tempuh disamakan.

Dua kelompok orang tersebut lalu diinstruksikan untuk melakukan perjalanan pergi dan pulang ke tempat dari satu titik ke titik berbeda, lalu kembali ke titik awal. Untuk mendukung riset tersebut, para peneliti pun memerhatikan perhitungan waktu.

Tidak ada perbedaan waktu yang signifikan saat penelitian dilakukan. Akan tetapi, dua kelompok yang dilibatkan dalam penelitian tersebut mengungkapkan bahwa perjalanan pulang lebih cepat dari pada perjalanan berangkat. Ini tentu sesuai dengan hipotesis para peneliti. Dua kelompok yang terlibat dalam eksperimen tersebut mengaku, lebih mengingat jika perjalanan pulang terasa lebih singkat.

Obyek-obyek Asing Saat Berangkat Memengaruhi Return Trip Effect

Setiap manusia memiliki pemaknaan yang berbeda-beda terhadap waktu. Itu tergantung pada subyektivitas dari orang itu sendiri. Pengertian waktu, kata para peneliti, bisa menjadi bias oleh banyak hal, di antaranya mood atau kegiatan yang sedang dilakukan.

Ketika kita berada dalam perjalanan berangkat, menurut para peneliti, pikiran kita akan fokus pada jalan, rambu-rambu lalu lintas, dan obyek asing yang kita temui sepanjang perjalanan. Kita akan tertarik pada obyek-obyek baru dan membagi fokusnya. Oleh karena itu, otak kita akan melahirkan persepsi di bawah alam sadar bahwa perjalanan terasa lebih lama.

Berbeda halnya dengan perjalanan pulang, kita tidak akan terlalu peduli dengan banyak hal yang kita temui di perjalanan, karena kita sudah pernah melewati rute itu sebelumnya. Hal-hal yang ditemui pun tidak asing lagi, dan membuat pikiran lebih familiar dengan itu.

 Faktor Lain Pendukung Return Trip Effect

Selain pikiran terhadap beragam obyek saat perjalanan, fenomena Return Trip Effect juga dapat muncul akibat tingginya harapan waktu kita pada momen berangkat. Kurmate mungkin sering mengalami buru-buru saat perjalanan berangkat, dan mengecek jam tangan setiap kali. Ini terjadi karena kita takut terlambat untuk tiba di sebuah tempat yang dituju.

Atas peristiwa tersebut, kata para peneliti, kemudian lahirlah beban waktu. Berbeda halnya dengan proses pulang. Tidak ada beban takut terlambat, berkendara lebih santai pun tidak masalah, dan itulah yang menyebabkan waktu pulang lebih cepat dari berangkat.  

Jadi, itulah sekelumit penjelasan yang bisa Nafoura bagi untuk Kurmate tentang fenomena waktu perjalanan. Nggak usah heran lagi ya kalau waktu pulang terasa lebih cepat daripada berangkat. Sudah cukup menjawab rasa penasaranmu ‘kah?



back