ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

Bolehkah Olahraga Saat Sakit? Ini Jawaban Para Ahli

01 May 2017

Setiap hari bakteri, virus, jamur dan parasit negatif terus berusaha menjatuhkan tubuh kita. Ancaman yang paling umum biasanya menyerang saluran pernafasan bagian atas, sehingga dapat menyebabkan pilek, batuk, flu, atau radang tenggorokan.

Untungnya, sistem imun kita selalu memiliki rencana penangkalan. Tapi, tatkala sistem kekebalan tubuh kita sedang lemah-lemahnya, mereka bisa dengan mudah ‘dikalahkan’ ancaman-ancaman penyakit tersebut. Apalagi saat musim sakit, virus dapat ‘terbang’ leluasa dari satu individu ke individu lainnya. Hal ini bisa dengan mudah kita rasakan ketika secara estafet anggota keluarga satu-persatu mengalami sakit. Bukan begitu, Kurmate?

Namun, sebagai anak muda di keluarga, Kurmate pasti ingin terlihat paling bugar dan sehat, meski tanda-tanda sakit mulai menghampiri. Salah satunya dengan tetap berolahraga saat tubuh mulai drop. Bahkan banyak juga yang bilang bahwa tanda-tanda sakit tersebut harus dilawan dengan cara berolahraga.

Lantas, apakah hal tersebut benar ya Kurmate? Menurut Leah Mooshil Durst, seorang peneliti dari Loyola University Medical Center, mengatakan bahwa flu adalah sakit paling ringan, sehingga saat seseorang terkena flu, ia masih diperbolehkan olahraga.

“Tidak ada perbedaan dalam bagaimana tubuh merespons olahraga ketika melawan virus flu. Beberapa peserta dalam penelitian mengatakan mereka merasa lebih baik ketika berolahraga saat sedang flu. Namun, tidak membantu flu jadi lebih cepat sembuh,” kata Leah, seperti dikutip CNN.

Pernyataan tersebut diamini oleh Catherine Liu, professor kedokteran klinis Unversitas California. “Berolahraga ketika flu tidak menyebabkan komplikasi jika kamu tidak memiliki masalah medis lainnya,” kata Liu.

Mencukupi kebutuhan cairan

Water-Should-I-Drink.jpg

Keuntungan olahraga ketika flu adalah tercukupinya kebutuhan cairan. Ada kecenderungan orang yang berolahraga akan mengkonsumsi air lebih banyak ketimbang mereka yang tidak olahraga. Jika Kurmate dapat menjaga kebutuhan cairan, maka olahraga bisa membuka hidung “buntu” karena terhalang lendir saat pilek.

Sebaliknya, Liu sangat menentang praktik olahraga jika kamu tidak peduli dengan kebutuhan cairan tubuh. Sebab kondisi flu dapat menjadi lebih parah saat kamu kekurangan cairan. Selain itu, Liu pun mengajak kita untuk tidak memaksakan diri. Ia berkata, “Ketika Anda sakit, hal terpenting untuk dilakukan adalah mendengarkan tubuh Anda sendiri.”

Tidak berlaku untuk penyakit lain

{523074A3-6651-4058-99FA-3DF6068643C4}04-HiddenSymptomsHeartAttack-YoungWomenHoldingChest.jpg

Sayangnya, olahraga hanya diperbolehkan pada mereka yang ‘hanya’ terserang flu ringan. Keadaan tersebut tidak berlaku bagi orang-orang yang demam disertai batuk atau mereka yang tubuhnya sudah merasa nyeri.

Selain itu, bagi orang-orang yang memiliki asma, penyakit jantung, atau penyakit medis lainnya, Liu menyarankan untuk meminta saran terlebih dahulu ke dokter, jika tidak olahraga hanya akan memperburuk masalah.

Pernyataan yang tidak kalah penting diungkap Liu, dan bisa menjadi bahan pertimbangan kita jika ingin olahraga saat sakit. "Berkeringat tidak membantu untuk menyingkirkan flu," katanya. "Istirahat dan tetap terhidrasi dengan minum cairan adalah yang utama untuk membantu Anda menjadi lebih baik." ujar Liu.

Gimana, Kurmate? Sekarang jadi lebih tahu ‘kan lewat informasi yang Nafoura kasih? Hal terpenting untuk menjawab keinginan berolahraga saat terkena sakit adalah menyadari kemampuan diri agar kondisi tubuh menjadi semakin baik setelahnya. Yeay!

 



back