ARTICLES

POSTING DATE    TO 

CATEGORY 1

Fakta Mengejutkan! Kebiasaan Menemani Orangtua Ternyata Dapat Mencegahnya Pikun

02 Jun 2017

Pikun atau demensia menjadi salah satu momok menyeramkan bagi mereka yang menginjak usia lanjut. Keadaan yang ditandai dengan daya ingat yang menurun ini lumrahnya dialami mereka yang berusia di atas 65 tahun. Namun demikian, bukan berarti kamu boleh memaklumi kepikunan, sebab pikun bukan proses yang normal dari penuaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia, DY Suharya, pada laman Kompas. Faktor penyebab kepikunan sendiri ada beragam, salah satunya adalah kurangnya interaksi langsung yang membuat kerja otak menjadi pasif dan respon emosional menjadi kurang baik. Hal ini bisa juga terjadi pada orangtua kita, jika kita jarang meluangkan waktu untuk sekadar berkomunikasi secara langsung dengan orangtua, maka besar kemungkinan bagi mereka untuk mengalami kepikunan.

Sejalan dengan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease, para peneliti menyebutkan, menjaga hubungan yang dekat dan memberikan dukungan positif pada orangtua dapat membantu menjaga ketajaman otak dan pikiran mereka, sehingga terhindar dari kepikunan.

Lebih lanjut, studi bulan April 2017, para periset dari Inggris yang meneliti lebih dari 10 ribu responden terkait kualitas hubungan keluarga, menemukan fakta baru bahwa meningkatnya dukungan positif dari keluarga mampu mengurangi 17 persen risiko demensia. Sebaliknya, adanya dukungan negatif dari keluarga bisa menaikkan risiko demensia sebesar 30 persen. Indikator dukungan positif berupa hubungan, pendekatan, dan pemahaman yang baik dari keluarga. Sedangkan indikator hubungan negatif berupa pengalaman, perilaku, serta hubungan yang tidak baik dari keluarga.

Bukan hanya kuantitas

Berbicara tentang sering atau tidaknya, maka kita berbicara tentang kuantitas. Namun bukan hanya kuantitas berapa kali kita menemani yang dapat menekan potensi pikun pada orangtua. Pengajar senior di jurusan statistika medis di UEA’s Norwich Medical School, mengatakan kualitas hubungan yang erat antara anak dan orangtua lah yang penting untuk dibangun. Menurutnya, hubungan sosial yang tidak berjalan dengan baik akan menjadi sumber stres interpersonal yang kuat. Kemudian, dampak negatifnya terjadi pada kesehatan fisik dan mental orangtua, seperti yang dilansir dari laman Telegraph.

Jadi Kurmate, mulailah menjaga hubungan dekat dengan orangtua dari sekarang, termasuk dengan rutin mengunjungi, bercengkrama dan menemani aktivitasnya. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan pikirannya juga memperbaiki hubungan emosional antara kamu dan orangtua.

Seberapa pun kesibukan yang tengah kamu hadapi, jangan malas untuk pulang ke rumah, menyapa, merangkul dan memberikan perhatian untuk orangtua. Jangan hanya lewat virtual semata, ya!

 



back